Kamis, 19 November 2015

Time Traveling


A human being is part of the whole, called by us “universe”, apart limited in time and space ~ Albert Einstein
Pengabdian di tanah Flores bagaikan sebuah perjalanan melewati lorong waktu menuju satu dekade yang lalu. Perjalanan tiga kali pesawat dan 4 kali landing membawa ke masa lalu. Bukan fiksi ilmiah tidak ada satupun dimensi waktu yang dilewati dan memang tidak ada waktu yang berubah mungkin hanya zona waktu yang satu jam lebih awal.
Tetap berada di tahun 2015 dengan kehidupan tahun 2005 dengan windows xp dan office  2003 dan jaringan seluler yang belum menjangkau seluruh area. Beberapa tower BTS menjulang tinggi memancarkan gelombang elektromagnetik yang memungkinkan mengakses dunia luar dan dunia maya. Hanya satu operator yang memonopoli seluruh jaringan. Walaupun tarif lebih mahal namun tidak ada pilihan lain. Kecepatan real download mencapai lebih dari 1 MB/s namun dengan tarif yang lumayan mahal. Mungkin jaringan 3.5 G adalah satu-satunya teknologi 2010an yang bisa dinikmati.
Perjalanan 17 km dari Riung ke sekolah membawaku semakin jauh ke masa lalu, masa yang sering diceritakan oleh bapak dan ibu. Masa di mana listrik baru saja hadir dan orang-orang tidak hafal dengan nomor hp mereka sendiri. Tidak ada jaringan selular bahkan sinyal radio tidak terdeteksi. Satu-satunya jendela ke dunia luar adalah piringan satelit yang secara pasif menerima sinyal dari satelit di geo stationer orbit di sebelah barat.
Sistem pendidikan mengingatkanku pada cerita guruku SD tentang kerasnya pendidikan jaman dulu. Bilah bambu atau kayu menjadi alat wajib untuk mengajar. Ada yang menyebutnya dengan “obat bandel”. Siswa disini memang berbeda dengan siswa di Jogja. Setiap hari paling tidak ada 4 siswa yang tidak masuk sekolah. Ada satu kelas yang di absensi 35 siswa tetapi yang hadir hanya 20 siswa. Jangankan siswa guru juga banyak yang sering tidak masuk.
Waktu jaman sekolah dulu pulang lebih awal adalah suatu hal yang menggembirakan. Berbeda dengan disini selama 3 bulan mengajar jarang sekali pulang tepat waktu. Di jadwal seharusnya jam pulang adalah jam 13.45 tetapi biasanya jam 12.00 sudah terdengar lonceng panjang. Banyak pula kegiatan yang membuat kegiatan belajar semakin tidak efektif seperti PUPNS, UKG, kegiatan adat atau kegiatan keagamaan. Kadang pesta juga membuat banyak guru dan siswa tidak hadir ke sekolah. Orang Flores memang suka pesta minum minum sampai pagi sudah biasa.
Orang flores memang jauh berbeda dengan orang jawa bahkan juga berbeda dengan orang flores  yang ada di jawa. Orang flores di jawa terkenal dengan keras dan tempramen namun di sini berbeda mereka keras tetapi baik. Selama 3 bulan di sini belum pernah diajak ribut atau sekedar dibentak. Orang disini mempunyai ego yang sangat tinggi, ego tersebut terlihat ketika mereka melakukan sebuah hajatan. Mulai dari acara sambut baru atau pesta pernikahan sampai acara kematian paling tidak harus menyembelih sapi. Kehidupan mereka yang tergolong sangat terbatas namun saat pesta mereka bisa mengeluarkan banyak uang. Ketika mengobrol dengan salah satu guru dia mengatakan kalau malu jika tidak bisa menyuguhkan daging dan moke saat pesta. Mungkin mereka juga harus malu saat tidak bisa menyekolahkan anaknya sampai jenjang kuliah. Mereka juga harus mempunyai ego yang besar di bidang pendidikan.

Bagiku pendidikan adalah sebuah mesin waktu yang bisa mengantar masyarakat ke masa depan. Bukan mesin waktu seperti dalam fiksi ilmiah yang membawamu meloncat jauh ke masa depan namun pendidikan akan mengantarkan mereka ke masa depan yang lebih baik secara perlahan. Mengantarkan dari ketertinggalan menuju kemajuan. Mesin waktu ini sangat sulit untuk dibagun, setahun tidaklah cukup untuk membangun mesin yang mampu bergerak cepat menuju kemasa depan. Mereka lah yang bisa meneruskan mesin tersebut, mesin yang hanya bisa digerakkan dengan bahan bakar kerja keras dan kreatifitas.

Salam MBMI!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

iklan

loading...

Memasak Beras Menjadi Nasi atau Lontong di Alam Bebas

foto: nationalgeographic.co.id Sumber energi selalu kita butuhkan, apalagi saat kita berpetualang di alam bebas. Kebanyakan dari kita se...

Popular Posts