Sabtu, 15 November 2014

Mendaur Ulang Baterai Laptop

Baterai laptop cepat habis? atau sudah tidak terdetaksi sama sistem? berikut solusi daripada membuang baterai tersebut.

Baterai adalah salah satu komponen aksesoris gadget yang sering bermasalah. Umur baterai paling hanya bertahan 2-3 tahun saja atau kadang dalam 6 bulan sudah rusak. Pada Laptop berdasarkan pengalaman kalau pakai baterai yang original dulu bertahan sampai 3 tahun kemudian karena baterai yang ori itu mahal ganti pakai yang kw dengan harga setengahnya. Yah namanya juga kw pasti kualitasnya lebih jelek cuma bertahan sekitar 1 setangah tahun.

Dulu pernah penasaran kalau baterainya diganti cell-nya lihat tutorial di youtube kelihatannya gampang ternyata susahnya minta ampun. Baterai laptop biasanya terdiri dari 6 buah cell baterai dengan ukuran 18650 yang diparalel 2 buah kemudian di seri. Setiap baterai laptop normal mempunyai tegangan sekitar 4 volt. Kalau berkurang sampai 2 volt itu masih wajar paling hanya karena daya baterai sudah terkuras habis. Pemasangan baterai biasanya dipasang dengan teknik khusus semacam dilas pakai plat, teknik pemasangan ini yang sulit untuk diakali saat hendak mengganti cell baterai. Berhubung gagal daripada mubazir kenapa tidak dimanfaatkan untuk kebutuhan lain misalnya power bank.

Baterai laptop yang rusak ada tiga kemungkinan yang pertama bagian elektroniknya rusak, yang kedua cell baterainya rusak, ketiga dua-duanya rusak. Kalau cell baterainya yang rusak ada kemungkinan tidak semua baterai rusak mungkin hanya beberapa saja yang rusak. Cara mengetahui kondisinya cukup diukur pakai volt meter kalau tegangannya 2-4 volt berarti masih bisa dipakai. Berikut langkah-langkah untuk mendaur ulang baterai laptop.

1. Baterai laptop yang rusak kita bongkar
baterai utuh kita bongkar pakai cutter berikut hasilnya 
disini kita mendapatkan 6 buah cell batterai

2. Cek tegangan baterai, gunakan voltmeter untuk mengukur tegangan cell baterai. Apabila tegangannya 2-4 volt berarti baterai masih bisa digunakan, kalau kurang dari itu sebenarnya masih bisa dipakai tetapi jangan dipakai untuk alat elektronik cukup untuk mengidupkan LED atau senter saja.
tegangan cell tersebut hampir 4 volt berarti masih baik.
3. Lepaskan bagian elektronik dan pisah-pisahkan baterai menjadi satu cell dan dipilih yang masih bagus baik fisik maupun tegangannya.

4. Sekarang tinggal kreativitas kita untuk memanfaatkannya. Berikut contohnya:
  • Sebagai penerangan cukup beli LED super bright beberapa buah dan resistor. 4 Buah baterai yang sudah tidak bagus tagangannya sudah nggak nyampai 2 volt cukup untuk menyalakan 3 buah LED super bright selama beberapa hari, kalau cuma untuk naik gunung sudah cukup sampai turun lagi.
  • Digunakan untuk power bank. Cell baterai yang masih bagus tinggal di seri untuk mendapatkan tegangan 7,4 volt kemudian pakai regulator tegangan IC 7805 dan port usb sudah bisa dipakai untuk power bank. kelemahan rangkaian ini adalah efisiensinya rendah. Ada solusi yang lebih baik yaitu beli perangkat power bank kemudian kapasitasnya kita tambah pakai baterai bekas tadi atau beli power bank eser yang bisa diganti baterainya.
Keuntungan pakai eser lebih praktis daripada powerbank konvensional dan lebih murah karena kita pakai cell baterai bekas. kalau beli kosongan harga sekitar 80-120 ribu saja. Bisa order online atau lewat saya juga bisa :p

Demikian tips daur ulang baterai laptop, semoga bermanfaat. Mari kita jaga bumi kita dengan kreativitas mendaur ulang. salam 3R reduce reuse recycle.

Selasa, 11 November 2014

Pembangkit Listrik Tenaga Angin Akan Dibangun Di Yogyakarta.

Berikut kutipan dari harian jogja
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Tri Saktiyana menyatakan, pelaksanaan proyek itu kini terus mengalami kemajuan. Setelah sebelumnya dilakukan pengukuran lokasi dan pemasangan patok, pihak Bandara Surabaya yang mengatur lalu lintas udara, menurut dia, juga sudah memastikan, keberadaan kincir angin itu tidak akan mengganggu lalu lintas udara di Jogja.
“Kami baru saja berkoordinasi, kincir itu aman dari lalu lintas udara, selama tidak ada perubahan posisi bandara baru di Kulonprogo saat ini,” terang Tri Saktiyana, baru-baru ini.
Investor PLTB yaitu UPC Jogja Bayu dan Pemkab Bantul menjadwalkan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan kincir tersebut September mendatang. Menurut dia, tidak butuh waktu lama untuk membangun kincir tersebut, sehingga pada tahun depan ditargetkan kincir itu sudah beroperasi.
Ada sekitar 20-25 titik kincir yang akan dibangun dan berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Kincir berdiameter 30 meter itu diyakini tidak akan hancur diterjang abrasi laut selatan yang sering terjadi beberapa tahun terakhir. “Desainnya sudah diperkirakan tahan terhadap abrasi, bahkan di luar negeri, kincir seperti itu di bibir pantai di laut juga ada yang banyak anginnya,” jelasnya.
Energi listrik yang dihasilkan dari kincir akan dikelola Perusahaan Listrik Negara (PLN). Alhasil, harga listrik yang dijual ke konsumen mengikuti harga yang ditetapkan PLN.
Tri Saktiyana menambahkan, bila PLTB ini jadi beroperasi pada 2015, maka Kabupaten Bantul merupakan daerah pertama di Indonesia yang menggunakan energi terbarukan dari kincir angin. Sebenarnya, kata dia, ada pembangkit listrik serupa di Bali namun kapasitasnya kecil tidak seperti yang dibangun di Bantul.
PLTB itu tidak hanya mampu menyuplai listrik untuk konsumen rumah tangga namun juga industri seperti tambang pasir besi dan Bandara Kulonprogo nantinya.
Proyek itu lanjutnya sesuai program pemerintah nasional yaitu menaikkan kuota energi terbarukan menjadi 15% dari posisi saat ini hanya 6% untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Selain pembangunan di daerah bantul juga santer terdengar sejak beberapa tahun lalu, serta kabar dari teman yang bekerja di Pemda Kulon progo bahwa Di Kulon Progo juga akan dibangun pembangkit tenaga angin. Semoga proyek semacam ini mendapat dukungan masyarakat.
Apabila pembangunan semacam ini bisa di integrasikan dengan pembangunan bandara dan pelabuhan bisa jadi Kulon Progo nantinya akan mempunyai bandara dan pelabuhan yang sustainabel.

Selasa, 21 Oktober 2014

Mengimpikan Bandara Sustainable di Kulon Progo

Bandara Adisucipto sudah tidak lagi memungkinkan untuk diperluas. Sebagai solusinya bandara akan dipindahkan, wilayah Kulon Progo dianggap sebagai alternatif terbaik untuk lokasi bandara yang baru yaitu di daerah temon. Walau sekarang lagi ramai-ramainya terkait pro dan kontra pembangunan bandara.

Sebuah Bandara pastinya butuh sumber energi yang besar apalagi untuk kelas bandara internasional. Suplai energi pun harus benar-benar terjamin jangan sampai ada mati listrik di bandara.

Lokasi calon bandara cukup dekat dengan pantai juga cukup dekat dermaga yang pembangunannya juga belum selesai. Pantai selatan terkenal dengan ombaknya yang begitu besar, sayang sekali potensi ombak yang begitu melimpah masih seputar pada pemanfaatan sebagai objek wisata. Ombak atau gelombang laut mempunyai potensi luar biasa sebagai sumber energi. Gerakan air laut yang terus-menerus sangat potensial dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Salah satu cara yang dikembangkan adalah dengan menggunakan biowave.

cara kerja alat ini adalah dengan menyerap gerakan air yang ditimbulkan oleh ombak dan mengkonversikan ke energi listrik.

Sepertinya penggunaan alat ini juga cocok untuk meredam ombak di dermaga yang sedang dibangun. Daripada cuma menggunakan pemecah ombak yang tidak menghasilkan energi, biowave bisa menjadi solusi untuk mengurangi besar ombak di dermaga yang sampai saai ini menjadi permasalahan utama pembuatan dermaga.

Bayangkan kalau aplikasi teknologi ini bisa diterapkan di sekitar dermaga pantai glagah kita mendapatkan solusi pemecah ombak dan mendapatkan solusi energi untuk dermaga dan bandara. Mimpi sumber energi yang sustainable sangat mungkin diwujudkan.

Minggu, 19 Oktober 2014

Expedisi tidak tertulis (Kesirat)

Jauh jauh hari sejak habis lebaran ada wacana mengadakan rutinitas camping. Sebagai mahasiswa angkatan 201* yang sebagian sudah lulus bahkan bekerja meluangkan waktu itu sulit jadi camping diundur-undur sampai habis Idul Adha itupun juga masih diundur seminggu lagi.
Bermodalkan sebuah gambar dan petunjuk yang minim kami mencari lokasi yang ada dibawah ini


Rencana awal berangkat setelah Ashar dengan harapan masih dapat sunset. Maklum lah sebagai bangsa yang gak maju-maju ya pasti diundur-undur bahkan sampai di Daerah Playen pun matahari sudah terbenam.

Sebagai gambaran rute lokasi pantai kesirat itu di sebelah barat pantai Gesing. Bisa coba di cari di google rutenya :p Setelah masuk di daerah perkampungan warga sedikit kurangi kecepatan karena plakat penanda jalan itu sangat kecil. Kalau sudah menemukan Plang tanda ke arah pantai gesing berarti jaraknya sudah tidak jauh. Setelah menemukan Plang ke Pantai Kesirat ikuti saja jalan itu sampai ada sebuah pintu masuk yang sebelahnya ada bangunan semacam gardu. Setelah ini ada harus hati-hati memilih jalan salah-salah bisa kembali ke pantai gesing atau malah nemu jalan buntu.
Karena sudah malam dan disana juga tidak ada warga yang bisa ditanya kami juga kesasar ke pantai Gesing :(. Rute yang benar setelah pintu masuk itu pada perigaan ke 2 ambil arah kanan.

Karena sudah malam dan daging yang dibawa takut busuk akhirnya memilih untuk mendirikan tenda di pantai gesing. Baru paginya ke Pantai Kesirat
Walaupun tak sehijau fotonya pemandangan disini jauh berbeda dari pantai-pantai lainnya, tidak ada pasir atau cipratan ombak. Sesekali ada kapal nelayan yang mengecek jala mereka lewat. Jika ingin mencari suasana yang berbeda sangat merekomendasikan lokasi ini

Jumat, 17 Oktober 2014

Mimpi Energi Fusi

Masalah terbesar umat manusia abad ini bukanlah peperangan seperti yang terjadi satu abad silam. Kini manusia menghadapi tantangan perubahan iklim yang diakibatkan oleh penggunaan energi fosil. Peningkatan kadar carbon dioksda di atmosfer diatas ambang batas mengancam seluruh planet. Perubahan iklim dan cuaca ekstrem mengancam keberadaan makhluk hidup tidak terkecuali manusia.

Solusi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengganti sumber energi dengan energi terbarukan. Sumber utama energi alternatif tidak lain adalah energi matahari yang telah diproses oleh alam menjadi biomass, angin, hidro atau secara langsung dengan solar sel. Di sisi lain energi terbarukan mempunyai 2 masalah pokok yaitu energy density dan variability sehingga tidak semua tempat bisa dengan mudah mengembangkan energi terbarukan.

Keinginan mempunyai sumber energi mandiri yang berasal dari reaksi nuklir telah muncul sejak berakhirnya perang dunia ke dua. Energi fisi yang merupakan pembelahan dari atom berat menghasilkan energi yang cukup untuk menggerakkan ekonomi. Energi fisi juga menimbulkan bahaya yang tidak bisa dipulihkan. Beberapa tragedi pembangkit nuklir seperti Chernobyl dan Fukushima menimbulkan ketakutan di masyarakat hingga memaksa beberapa negara maju mematikan reaktor mereka.

Reaktor fusi menjadi sebuah impian jauh sejak awal berkembangnya reaktor fusi. Impian itu juga bagaikan sebuah teknologi buntu yang sangat sulit dikembangkan. Bebagai riset yang dilakukan oleh badan-badan peneliti nuklir diseluruh dunia belum memberikan harapan. Sekitar 50 tahun lalu para pakar pernah mengatakan teknologi ini akan hadir 25 tahun mendatang namun hingga sekarang teknologi tersebut belum bisa diwujudkan.

Beberapa hari lalu sebuah perusahaan pertahanan Lockheed Martin yang terkenal dengan produk pesawat tempur generasi 5 mengatakan mereka bisa menghadirkan teknologi fusi dalam jangka waktu 10 tahun. Bahkan teknologi tersebut berukuran ultra compact yang tidak lebih besar dari sebuah bak truk kontainer. Jika benar-benar bisa diwujudkan teknologi ini akan menjadi sebuah solusi bagi umat manusia. Perubahan besar akan terjadi dan abad atom akan bener-benar terwujud.

Haruskan kita bergantung pada teknologi ini? Jawabanya jelas tidak karena tidak ada jaminan teknologi ini akan terwujud 10 tahun lagi sama seperti ilmuan satu generasi lalu yang memprediksi hal seperti itu namun belum terwujud. Kita tidak boleh berhenti mengambangkan energi terbarukan namun juka teknologi itu benar-benar terwujud maka solusi akan datang lebih cepat dan menjadi akhir dari kecanduan bahan bakar fosil.

Sabtu, 22 Februari 2014

Kumpulan Curug di Kecamatan Kaligesing

Musim duren mulai tiba di sekitar wates sudah banyak pedagang duren yang berjualan di pinggir-pinggir jalan. Kebanyakan penjual mendapatkan duren dari daerah di sekitar pegunungan menoreh. Salah satu tempat yang cukup populer menghasilkan duren adalah daerah Kaligesing Purworejo. jalan yang ditempuh cukup lumayan bisa lewat jalur nasional ke arah Purworejo atau melibas pegunungan menoreh lewat Girimulyo.
Lokasinya berada di Desa Kalingono, Kaligesing. entah kenapa di beri nama dengan kali mungkin karena sepanjang perjalanan selalu ditemani oleh kali di pinggir jalan. Sebetulnya ada plakat penunjuknya tetapi kalau dar arah timur tidak kelihatan.
Sampai dilokasi langsung tawar menawar duren. Dilanjutkan berjalan sekitar 1 km

Kalau dilihat-lihat di curug ini terdapat banyak curug namun yang kelihatan besar ada 3 yang paling besar adalah Silangit dan Siklothok.
Curug yang pertama Siklothok, tak terlalu tinggi namun lumayan indah. Yang paling disayangkan adalah pemasangan baner yang posisinya justru mengurangi keindahan curug. Sekedar memberi saran wisata alam seharusnya dijaga tetap alami, karena poin keindahan dari wisata alam adalah alam itu sendiri. jadi untuk pemasangan baner, petunjuk arah atau iklan haruslah diperhitungkan matang-matang posisinya.
Naik sedikit langsung ada curug lain untuk dipandang
 Dari sana bisa dilihat petunjuk arah ke arah curug Silangit walaupun jaraknya hanya 150 m tertapi jalannya cukup menantang.
Jalanan yang harus dilalui cukup terjal berupa tanjakan dan menyusuri sungai. Susah payah ke lokasi kepleset sana-sini. 
Sempat ragu karena belum terlihat padahal sudah berjalan cukup jauh. Akhirnya terdengan gemuruh air jatuh dari puncak tebing.

kalau mau lihat lokasi curug yang lain klik disini



Rabu, 12 Februari 2014

Curug Lepo Dlingo

Januari 14, 2014
Tanggal empat belas tahun dua ribu empat belas. mengakhiri semester ke empat belas eh dibagi dua ding semester 7. Status mahasiswa tingkat akhir seakan membayar jenuh dan sibuknya kuliah di pendidikan teknik yang merupakan kombinasi dari jurusan pendidikan dan jurusan teknik. Tujuannya adalah bersepeda dari jogja ke lokasi di Dlingo. Kebayang gak tanjakannya di daerah Imogiri yang cukup ekstream. daripada kecapekan mending ngikut mendukung kegiatan mereka saja cukup pakai motor.
rute pertama adalah ke daerah imogiri dan aku beda jalur karena dari wates
sesampainya di Imogiri ambil arah ke kebun buah mangunan. mulai dari sini yang ada hanyalah tanjakan yang lumayan. sampai di sebuah bekas pengerukan tanah. lumayan bisa untuk foto-foto sekalian istirahat.
setelah lokasi ini terus mencoba gantian ngerasain nanjak pakai sepeda dan sampai atas hampir pingsan.perjalanan diteruskan sampai ke jalan masuk menuju kebun buah mangunan.
perjalanan dilanjutkan dengan trek yang lebih manusiawi dengan jalanan yang menurun hingga ada tanjakan lagi yang cukup mantap. sampai di kecamatan dlingo dan baru sadar kalau kesasar. rute yang benar adalah sebelum kecamatan pas ada warung sate itu lurus saja sampai di sebuah lapangan kemudian lurus lagi sampai ada makam dan jemaban terus masuk ke perkampungan. diperkampungan itu ada pertigaan kecil ke kanan kearah masjid, setelah masjid ke kiri dan sampailah di tempat parkir.
sebenarnya ada beberapa petunjuk sayang petunjuknya sudah luntur terkena hujan.


Curug ini terdiri dari beberapa tingkat yang paling menyenangkan dari curug ini adalah relatif aman untuk mandi sambil melepas lelah setelah nanjak. namun sayangnya air dari sungi ini tidak jernih.

Berwisata itu kadang yang paling berkesan adalah bukan karena objeknya namun karena kebersamaan dan tantangan untuk menemukan objek tersebut. dan jangan lupa selalu menjaga kebersihan.

kalau mau lihat lokasi curug yang lain klik disini


iklan

loading...

Memasak Beras Menjadi Nasi atau Lontong di Alam Bebas

foto: nationalgeographic.co.id Sumber energi selalu kita butuhkan, apalagi saat kita berpetualang di alam bebas. Kebanyakan dari kita se...

Popular Posts