Pagi hari biasanya orang malas untuk bangun, tapi sedikit berbeda aku terbiasa bangun pagi minimal cuma untuk shalat subuh. Pagi sama dengan udara sejuk, sebelum memulai aktivitas kayaknya enak banget kalo kita menikmatinya dengan bersepeda keliling. Dengan sepedaku aku keliling dari rumah sampai pertigaan Milir, gak jauh sih total cuma 6 mil atau sekitar 9.6 km.
Baru aja nyampai di pertigaan dekat rumah aku ketemu ma seorang bapak-bapak (keliatanya sih seorang pedagan pasar) pake sepeda motor butut (jalanya aja pelan sampai bisa kususul) membawa keranjang besar, sedikit aneh sih kenapa kok kosong. Masak pedagang gak ada dagangannya?
Sampai dekat Polres Kulon Progo yang baru aku liat sesuatu yang mungkin kita gak nyangka hal itu masih ada. Ada seorang nenek-nenek membawa barang yang keliatanya sih cukup berat tanpa alas kaki. Untuk penerangan nenek itu menggunakan daun kelapa kering yang dibakar. (sedikit gak percaya sih di era listrik aja dak kita boros-borosin) Menurutku nenek itu mau pergi ke pasar yang jaraknya lebih dari 3 km dari situ. Bayangin kalo kita jalan 3km lebih, jalan aja dah males pa lagi dengan keadaan kayak gitu untuk memperoleh penghasilan. Kayaknya kita begitu sombongnya pake sepatu aja harus bermerk, kemana-mana harus pake sepeda motor padahal cuma beberapa ratus meter, itupun dengan alasan yang tak jelas.
Sepanjang jalan juga ada beberapa orang yang menunggu bis membawa beberapa barang. Ada juga orang yang membawa beberapa sapu lidi buatanya untuk dijual. “Emang sapu lidi harganya berapa? Apa cukup sapu lidi yang cuma sedikit itu mencukupi kebutuhan sehari-hari? Itupun kalau laku kalau tidak?” itulah yang terlitas dipikiranku. Aku aja sehari kalau kuliah paling tidak sehari habis 15 ribu itupun cuma makan 1 kali.
Memang sih itu cuma bersepeda tak lebih dari 10 km yang aku tempuh cuma 30 menit. Banyak pelajaran yang bisa diambil. Betapa sombongya kita yang seakan tak tau, kita memboroskan apa yang kita punya sementara saudara kita kekurangan. Kalau ditanya siapa yang salah pasti banyak dari kita yang meyalahkan pemerintah, tetapi kita tak pernah meliahat apa yang bisa kita lakukan tapi kita tak melakukannya. Dan mungkin bayak yang bilang “kalo cuma kayak gitu dah sering lihat” tu kan kita sombong lagi, cuma bisa berkata-kata. Coba deh tanyain ma diri kalian apa yang dah kaloan lakukan biar gak lihat kejadian kayak gitu? Mungkin yang baca juga bilang “tarus apa yang lu lakuin?” dan aku hanya bisa menjawab dengan menulis ini supaya kalian tau. Sekian terimakasih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
iklan
loading...
Memasak Beras Menjadi Nasi atau Lontong di Alam Bebas
foto: nationalgeographic.co.id Sumber energi selalu kita butuhkan, apalagi saat kita berpetualang di alam bebas. Kebanyakan dari kita se...
Popular Posts
-
Dies natalis UNY, 21 Mei 2013. Seperti mahasiswa yang merayakan Hari Pendidikan dengan meninggalkan kulahnya untuk menggelar aksi damai di...
-
"I love not man the less but nature more" Christopher McCandless Akhir Desember 2012, liburan akhir tahun. Libur Minggu tenan...
-
Liat dirimu entah kamu gendut, kurus, pendek, jangkung, item, putih, albino, atau laianya. Terkadang orang lain tak peduli seperti apa kit...
-
Jum'ad, 16 Maret 2013. Berawal dari tugas kuliah yang sudah memasuki semester 6 tetapi tak kunjung berkurang justru malah semakin bertam...
-
Hari libur Pilkada pemilihan Bupati Ngada sekolah libur tiga hari padahal sekolah lain hanya libur satu hari. Lumayan punya waktu banyak ...
-
Senin tadi ilmuan Australia mengatakan mereka berhasil membuat terobosan untuk meningkatkan efisiensi solar panel, yang mana mereka berh...
-
Bunga Bangkai di Objek Wisata Talunombo Bunga bangkai adalah bunga yang terkenal berukuran sangat besar dan bau, namun siapa sangka bu...
-
foto: nationalgeographic.co.id Sumber energi selalu kita butuhkan, apalagi saat kita berpetualang di alam bebas. Kebanyakan dari kita se...
-
kemarin sore lari biasa keliling sekitar sawah deket RSUD dan alun-alun wates. ini dia dua foto baksampah yang gak keurus di depan Rumah di...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar